"Tumblr was founded by David Karp and launched in New York City, in February of 2007... It was built to be a simple, social blogging platform..."

"Users could design their own home pages; post text, images, gifs, or videos; and follow a feed of others doing the same.... In 2013, when Tumblr had seventy-three million accounts, Yahoo acquired it for more than a billion dollars. But, in 2016, the company did a writedown of seven hundred and twelve million dollars... [In 2019] Automattic, the commercial arm of the content-management system WordPress, acquired the site for a reported three million dollars. It was easy to assume that Tumblr was dead.... It’s one of the few social networks where users can still publish entries that resemble blog posts. The Tumblr users I spoke to, both new and returning, cited a few unfashionable aspects that keep them using the platform. Tumblr’s main feed doesn’t shuffle posts algorithmically based on what it determines might appeal to a user. It’s 'a good, old chronological river'... 'It’s the periphery of the internet; nothing important is happening there.'... What makes Tumblr obsolete, for the moment, are the same things that lend it an enduring appeal. The fact that it maintains a following should remind us that we use social-media services by choice; no platform or feature is an inevitability. As Karina Tipismana, the student, told me, 'People say stuff like, "I wish we could still use Tumblr." It’s there, it’s there!'"

From "How Tumblr Became Popular for Being Obsolete/The social-media platform’s status as a relic of the Internet has attracted prodigal users as well as new ones" by Kyle Chayka (The New Yorker).

Tumblr predates the places that are not obsolete — Facebook, Twitter, Instagram, TikTok. The point here is that the obsoleteness is what's so good. If there's nostalgia for blogs, if there's something inherently appealing in blogs that is lost in these other places, let's remember not only Tumblr, but also Blogger, which has been around since 1999.

I thought I was getting into blogging late when I began this blog 18 years ago. Blogger had already existed for 5 years. I didn't want to miss out on blogging entirely, though part of me thought, it's too late. And I remember when Tumblr was the new thing, 3 years later. I remember all the others — Facebook, Twitter, Instagram, TikTok — when they were new. But I'm still here with the old, still blogging old school. I don't need to look back to the time when blogging was blogging, like it's something quaint, from simpler times

I've stuck to the discipline, daily blogging, absolutely no skipped days in 18 years. I've got to make the announcement every year, and it's that day again, my bloggiversary. I'm not stopping now. And thanks to everyone of you. If you've got this far, you haven't stopped reading.

Astri Ivo - Hati Yang Kau Lucuti


Judul Album : Hati Yang Kau Lucuti 
Artis : Astri Ivo 
Tahun Produksi : 1983 
Music Director : Pompy 
Produksi : Insan Records 
Distributor : Asia Records

Terlahir sebagai putri dari penyanyi legendaris IVO NILAKRESHNA membuat ASTRI FEIZATY IVO a.k.a. ASTRI IVO sudah berkecimpung di industri hiburan sejak dini. Mengawali kiprahnya sebagai pemain film, Astri cukup laris berperan dalam banyak film sejak usia 6 tahun. Setelah itu dunia rekaman juga dimasukinya sebagai penyanyi anak-anak dan terus berlanjut sampai usia remaja. Album HATI YANG KAU LUCUTI adalah salah satu albumnya yang cukup berhasil di pasaran. A. RIYANTO sebagai pencipta lagunya cukup cerdik mengakali materi vokal Astri yang tipis dengan menghadirkan lagu medium beat, range nada yang tidak terlalu lebar tapi tetap terdengar catchy, plus pilihan judul dan lirik lagu di bagian chorus "kau lucuti hatiku..." yang tidak lazim digunakan dalam lirik lagu tapi justru menjadi hook yang membuat lagunya menjadi gampang dinyanyikan dan diingat. Lagu inipun berhasil menjadi hits, sekaligus menandai bahwa karir Astri cukup stabil di dunia film dan musik sekaligus.

Track List:

1. HATI YANG KAU LUCUTI
A. Riyanto
2. PELANGI DAN DIA
Martin Mailoa
3. HATIKU HATIMU
Andy Pamelay
4. TEMAN LAMA
Dian S.
5. DI LEMBAH SUNYI
Pompy
6. HAPUSKAN DUKA
Rudy Rampengan
7. SABDA HATI
Erns F. Mangalo
8. CITA JADI NYATA
Bambang Handirowo
9. MALAM MINGGU
Pompy
10. DAMBA DALAM JANJI
Leo Manuputty
11. SALAH PILIH
Harry Van Hove
12. ENGKAULAH
Dicke R.







HATI YANG KAU LUCUTI

Ma, tolonglah hatiku yang berduka
Hanya karena si dia
Ku menanti dalam kerinduan
Ma, lihatlah mengalir air mata
Karena dia janji di malam ini
Dia pun tak datang

Kau sengaja membuatku bersedih
Itu tanda tak tulus cintamu
Kau sengaja membuatku menangis
Itu tanda kau menyayangku

Kau lucuti hatiku
Kau hancurkan jiwaku
Kau lupakan janjimu
Kau lupakan diriku

Oh sakitnya hatiku yang merana
Tak lagi-lagi diriku mengenangmu
Sungguh ku tak mau

Arie Pradina - Aku Cinta Papa


Judul Album : Aku Cinta Papa 
Artis : Arie Pradina 
Tahun Produksi : 1989 
Music Director : Johnny Kake 
Produser : Jakub Pratama 
Produksi : Kings Indonesia

Pasar lagu anak-anak mengalami pasang surut di era 80an, setelah di era sebelumnya sangat dinamis. Penyanyi-penyanyi baru sebenarnya juga bermunculan, tetapi hanya segelintir saja yang berhasil mencuri perhatian seperti JULIUS SITANGGANG, HANA PERTIWI, PUPUT NOVEL, MICKY RAINBOW atau NOVIA KOLOPAKING. Sementara nama-nama seperti RITA EFFENDY, INA RAWIE, ROSSA, NUGIE, IRMA JUNE atau bahkan ANGGUN C. SASMI justru bisa eksis setelah mereka beranjak remaja meskipun sudah merilis album sejak anak-anak. Memasuki akhir 80an industri lagu anak-anak mulai menggeliat lagi pasca melejitnya PUPUT MELATI lewat 1+1=2. Sejak itu bermunculan banyak penyanyi anak-anak, salah satunya adalah gadis kecil asal Garut bernama ARIE PRADINA. Berbeda dengan penyanyi-penyanyi belia saat itu yang memilih lagu-lagu bernuansa riang dan ringan khas anak-anak, Arie muncul lewat album pertamanya AKU CINTA PAPA, yang merupakan versi Indonesia dari lagu kondang I LOVE YOU DADDY milik RICARDO AND FRIENDS. Vokalnya yang lantang dan bening cukup menarik perhatian, terlebih Arie menyanyikan lagu yang notabene sudah akrab di telinga. Sayangnya dibanding penyanyi anak-anak yang menjulang namanya saat itu seperti PUPUT MELATI, MELISSA, JANTER SIMORANGKIR atau FADLY, popularitas Arie terbilang biasa-biasa saja. Begitupun karir Arie terus berjalan ketika menjelang remaja dan beralih menjadi penyanyi yang banyak menyanyikan lagu-lagu soundtrack sinetron garapan CHOSSY PRATAMA. 

Track List:

1. AKU CINTA PAPA
A. Van Wyck, Coco, R. Mitchell, Lis Magdalin
2. RINDU PADA AYAH
Lisa Johnny Kake
3. PENJUAL KORAN
Jossie Hitijahubessy
4. ANAK GEMBALA
JJ Zonathan
5. BALADA TUNA WISMA
Kicky AB
6. RESTU BERDUA KASIH BERSAMA
Rudy Rampengan
7. GURU SEKOLAH
Bachtiar
8. KAU LAMBANG NEGARAKU
Alex S.
9. KELESTARIAN
Usni Mariosa
10. JERITAN ANAK YATIM
Jhonny L.








AKU CINTA PAPA

Papa, aku cinta padamu
Selamanya selalu ku sayang padamu
Papa oh Papa
Walau ku kadang nakal
Namun engkau selalu memanjakan daku

Engkau mengerti suara hatiku
Bermain, bercanda bersamaku
Tentram hatiku bila dekatmu
Kau bimbingku tumbuh dewasa

Aku cinta Papa, kaulah dambaanku
(Selalu dalam mimpiku)
Ku sayang Papa, oh Papa
Ku berdoa untukmu

Papa, aku cinta padamu
Tunjukkan padaku jalan yang benar
Papa oh Papa
Walau sering bersalah
Namun engkau selalu memaafkan daku

Saat ku tersesat kau tunjukkan jalan
Dan selalu mendampingiku
Saat aku bersedih
Kau menjadi pelita hidupku

At the Black Ice Café... you can talk about whatever you want.

It finally warmed up enough that I could take an afternoon walk. I hadn't seen the lake in 7 days, and those very cold days had transformed the lake:

IMG_8895

There's some beautiful glassy-clear ice on the lake. Look out there:

IMG_8901

2 ice skaters with 2 dogs:

IMG_8896

Higher up, the prairie and the sunset:

IMG_8906

Nina Anova L. - Beri Aku Kesempatan


Judul Album : Beri Aku Kesempatan 
Artis : Nina Anova L. 
Tahun Produksi : 1990 
Produser : Dadang S. Manaf 
Produksi : Metrotama Records

Memasuki era 90an, genre pop rock dan slow rock mendapat angin segar dengan munculnya banyak pendatang baru khususnya penyanyi-penyanyi perempuan yang di era sebelumnya tidak banyak merambah genre ini. Dari sekian banyak nama baru yang tampil, muncul nama NINA ANOVA LOYOLA lewat album BERI AKU KESEMPATAN garapan DADANG S. MANAF. Nina mempunyai timbre suara yang unik. Bisa tebal dengan tarikan rock yang kental, tapi bisa juga terdengar light ketika menyanyikan lagu-lagu ngepop. Kalau Nina ditangani oleh tangan yang tepat dan mendapatkan lagu-lagu yang bisa mengeksplorasi skill bernyanyinya secara maksimal, bisa jadi namanya akan bersinar. Hanya saja album ini sepertinya ingin 'main aman'. Lagu andalan BERI AKU KESEMPATAN digarap 'nanggung' antara pop dan rock. Materi lagu yang ngepop diaransemen dengan sedikit bernuansa rock lewat cabikan gitar elektrik dan dibawakan Nina dengan tarikan vokal yang ngerock. Cukup catchy meski terdengar nanggung. Lagu ini gencar diputar di TVRI saat itu dan sempat menjadi radio hits tapi sayang tidak mampu berbicara banyak di pasaran. Nama Nina pun urung berkibar di industri musik meskipun sebetulnya potensial. 

Track List:
(semua lagu ciptaan Dadang S. Manaf)

1. BERI AKU KESEMPATAN
2. FATAL
3. JALAN JALAN CARI ANGIN
4. JURANG PEMISAH
duet Dadang S. Manaf
5. JAKARTAKU
feat. Dadang S. Manaf
6. TANDA TANYA
7. BAHASA JIWA
8. JERAT
9. JAKARTA SINGAPURA
10. PANDANGAN PERTAMA
duet Dadang S. Manaf







BERI AKU KESEMPATAN

Ingin aku menempuh jalanku sendiri
Agar aku mengerti siapa diriku
Bagai lilin-lilin yang sedang menyala
Rela hancur demi kegelapan

Aku tahu mengapa hindari aku
Seakan kau tak mau memaafkanku
Tapi kini aku tlah menyadarinya
Kesalahan yang telah kulakukan

Beri aku kesempatan
Berikan aku jawaban
Berikan aku dorongan
Rasa percaya diriku
Rasa percaya untukku
Bahwa kini diriku bukan yang dulu

The strange case of Grichka and Igor Bogdanoff, who have now both died (of Covid).

 

Here's the NYT obituary for the twins. 

Jabbing with a sharp object — tolerated and not tolerated.

This is not about hyperdermic needles. Not another post about vaccines. This is about 2 movies I encountered last night, and the sharp objects involved — a surgical scalpel and a harpoon.

I began watching the 1950 movie — written and directed by Joseph Mankiewicz — "No Way Out." Sidney Poitier plays a young doctor, working in a prison ward, and Richard Widmark is his no-good racist patient. It's unfolding well enough. Here are some early scenes...


... but then a tray of medical instruments is left right next to racist Widmark so that it's easy for him to grab a scalpel. I had to turn it off. I wouldn't subject myself to the cheap suspense of waiting for Widmark to whip out the scalpel and stab Sidney Poitier!

I switched to a different movie, "Terror in a Texas Town." This is a 1958 western that's of interest because it was written by Dalton Trumbo during the blacklist days, and it stars Sterling Hayden and Sebastian Cabot. But it's an absurd refuge from that scalpel, because it's absolutely no secret — it's shown in part at the beginning of the film — that in the final showdown between hero and villain, the hero is armed with a harpoon! Watch the ending here:


I watched that entire movie. All that harpoon action. The harpoon was displayed and described again and again. It's so weird that I wouldn't put up with the scalpel business, but I watched an entire movie that was about one man harpooning another man. Unlike Sidney Poitier's character, the harpoonee deserved skewering.

Now, you're probably thinking that the harpooned villain was played by Sebastian Cabot, a fat actor who always played a fat man. He was a villain — an evil capitalist — isn't a cartoonish capitalist always fat? He's fat, and a harpoon is displayed over and over again, and Sterling Hayden is getting more and more focused and determined. Cabot must be his "whale."

If you watch the clip, you know — spoiler alert — that guess is wrong. In fact, Sebastian Cabot filmed all his scenes inside a single room — a hotel room. He didn't attend his own shootouts. He hired people, while he remained ensconced indoors with copious room service food and a beautiful secretary. Luxurious for the character and low-budget for the filmmakers.

Freddy Hitipeuw - Kini Kusadari


Judul Album : Kini Kusadari 
Artis : Freddy Hitipeuw 
Tahun Produksi : 1985 
Produksi : Asia Records

Di era 80an, ketika sebuah lagu menjadi hits besar, maka bisa dipastikan akan bermunculan lagu yang sama di pasaran dalam berbagai versi, termasuk yang paling umum adalah 'versi jawaban' yang biasanya berupa lagu yang sama hanya diubah liriknya kemudian dibawakan oleh penyanyi yang berlainan gender dengan penyanyi aslinya. Trik jualan semacam ini terbukti cukup sakti di masa itu. Maka tidak heran ketika lagu UNTUKMU KUSERAHKAN melejit lewat suara LYDIA NATALIA, kemudian muncul versi jawabannya yang dibawakan FREDDY HITIPEUW dengan judul KINI KUSADARI. Yang membuat versi jawaban ini agak berbeda adalah, OBBIE MESSAKH sebagai pencipta lagunya masih mau memberikan effort untuk mengubah melodi lagu di bagian chorus sehingga terdengar berbeda dari lagu original. Freddy juga cukup pas membawakan lagu ini, hanya sayangnya lagu ini tidak berhasil menarik minat penikmat musik saat itu. Memang, trik yang sama belum tentu bisa berhasil, pun di saat industri musik sedang subur-suburnya saat itu. 

Track List:

1. KINI KUSADARI
Obbie Messakh
2. ADINDA
Obbie Messakh
3. KAU RINDUKU
Jhony Putuhena
4. RASA RINDU
Eric Van Houten
5. HANYA SATU
Hermes Sihombing
6. BAYANG BAYANG RESAH
Syaraf T.
7. APAKAH SALAHKU
Hanny Tuheteru
8. KAN KUCARI
Hermes Sihombing
9. BISIKAN CINTA
Eric Van Houten
10. KENANGAN BERSEMI
Hendro S.
11. BELENGGU WAKTU
Budy
12. FAJAR PAGI
Syaraf T.








KINI KUSADARI

Hari ini ku datang, kekasih
Ingin ku membalut luka hatimu
Maafkan daku kekasih
Setulus hati meminta
Atas salah yang pernah kubuat

Ku berjanji merubah sifatku
Demi keutuhan kau dan aku
Tak akan pernah ke sana
Ku membagi cinta lagi
Duhai kasih kau tambatan hati

Mari kasih, saling menyayangi
Kan kubalut lukamu
Dengan kasih sayangku
Mari kasih, merajut kembali
Ikatlah cinta kita
Dengan benang kasih

Baru kini kusadari
Perasaan insan sama
Ingin sayang dan ingin dicinta

Andien - Kinanti


Judul Album : Kinanti 
Artis : Andien 
Tahun Produksi : 2002 
Music Director : Indra Lesmana & Aksan Sjuman 
Produser : Indra Lesmana & Aksan Sjuman 
Produksi : Warner Music Indonesia

ANDINI AISYAH HARYADI a.k.a. ANDIEN, penyanyi jebolan kontes ASIA BAGUS ini berhasil mencuri perhatian saat album pertamanya BISIKAN HATI dirilis. Kolaborasinya bersama ELFA SECIORIA di album itu membawa angin segar dan memberikan bukti bahwa kemasan musik dan genre yang terbilang 'berat' bagi penyanyi belia sepertinya ternyata bisa berbicara di pasar. Dua tahun berselang sejak album pertamanya, Andien come back lewat album KINANTI. Sebuah kejutan karena sebenarnya album kedua Andien sudah selesai digarapnya bersama Elfa Secioria, tapi album yang sudah selesai itu urung dirilis. Andien justru kemudian merekam lagi materi baru yang digarap oleh INDRA LESMANA dan AKSAN SJUMAN.  Di tangan Indra dan Aksan, Andien bermetamorfosa dari image jazzy yang kental di album pertama menjadi lebih ngepop dengan nuansa R&B dan jazz. Lagu andalan SAHABAT SETIA tampil catchy dan dibawakan Andien dengan pas. Lagu inipun berhasil menjadi hits, disusul single kedua MENJELMA. Hits lain juga bermunculan dari album ini yaitu TENTANG AKU yang merupakan hits dari JINGGA, MASIH BEBAS dan AKANKAH MUNGKIN. Adapun materi album 'kedua' yang sudah selesai digarap bersama Elfa Secioria ternyata kemudian masternya raib, dan beberapa materi dari album itu kemudian direkam ulang oleh Andien dan dirilis sebagai single di tahun 2021 yaitu SELAMAT JALAN KEKASIH dan BENANG BENANG ASMARA.

Track List:

1. INTRODUCTION
2. MASIH BEBAS
Melly Goeslaw
2. SAHABAT SETIA
Indra Lesmana & Tiara Tobing
3. TENTANG AKU
Therry Mully
4. KINASIH
Tohpati & Eq Puradiredja
5. ONCE I LOVED
Antonio Carlos Jobin & Ray Gilbert
6. MASIH BISA TERTAWA
Indra Lesmana, Aksan Sjuman, Tiara Tobing
7. BERLAYAR
Redyanto Heru, Eq Puradiredja, Tiara Tobing
8. MENJELMA
Indra Lesmana & Eq Puradiredja
9. AKANKAH MUNGKIN
Tohpati & Zoel
10. DI BATAS MIMPI
Indra Lesmana, Aksan Sjuman, Eq Puradiredja
11. KINANTI
Indra Lesmana, Aksan Sjuman, Andien








SAHABAT SETIA

Lama sudah bersama
Memberi arti di hati
Hari pasti berganti
Namun kau tetap di sini

Berbagi semua kisah
Canda tawa serta ceria
Air mata dalam duka
Kita masih bersama

Rajut mimpi-mimpi indah
Menghias dunia kita
Berjanji di dalam cita
Akan selalu bersama
(sahabat yang setia)

Kita bisa bernyanyi
Sunyi di dalam rahasia
Kita senantiasa
Berjalan dengan senyuman

Betapa bahagia
Oh diriku bersamamu
Mutiara dunia
Dalam kasih dan harapan